Post by. Dismas Metodius

( By:Dismas Metodius,S.Fil)
Belum banyak wisatawan yang datang mengunjungi tempat ini
sehingga kealamiannya masih terjaga dengan baik. Upaya pengembangan danau ini
sebagai salah satu destinasi wisata di Manggarai Barat masih terus berlangsung.
Perbaikan jalan menuju danau adalah salah satu upaya yang dilakukan sebagai
kemudahan bagi akses menuju danau. Berbagai pelatihan yang diperuntukkan bagi
masyarakat sebagai pelaku usaha wisata juga gencar digalakkan. Pelatihan
tersebut meliputi pelatihan pelayanan wisatawan, pemanduan wisata, memasak
masakan lokal, penataan dan pengelolaan home stay, serta pelatihan kesenian dan
budaya.
Danau Sano Nggoang berjarak sekira 63 kilometer atau 3 jam perjalanan berkendara dari Kota Labuan Bajo—sebuah kota pelabuhan kecil yang cantik di ujung paling barat Pulau Flores. Pintu masuk ke danau ini berada di Dusun Nunang yang masih asri. Wisatawan yang datang akan disambut dengan ramah, bahkan diadakan upacara adat kapu. Sudah terdapat home stay sederhana di Nunang untuk kebutuhan akomodasi wiasatawan yang letaknya berdekatan dengan danau. Pusat informasi pariwisata, peta wisata, dan guide terlatih juga dapat ditemukan di desa kecil ini.
Danau Sano Nggoang berjarak sekira 63 kilometer atau 3 jam perjalanan berkendara dari Kota Labuan Bajo—sebuah kota pelabuhan kecil yang cantik di ujung paling barat Pulau Flores. Pintu masuk ke danau ini berada di Dusun Nunang yang masih asri. Wisatawan yang datang akan disambut dengan ramah, bahkan diadakan upacara adat kapu. Sudah terdapat home stay sederhana di Nunang untuk kebutuhan akomodasi wiasatawan yang letaknya berdekatan dengan danau. Pusat informasi pariwisata, peta wisata, dan guide terlatih juga dapat ditemukan di desa kecil ini.
Menurut informasi tradisi dongeng yang
bersumber dari BPK Petrus Jehala (warga Nunang) Konon, diceriterakan secara
turun temurun, mengapa ada Sano Nggoang. Dikisahkan, ada dua warga masyarakat
di Kampung sekitar itu. Dua warga itu adalah Si Buta dan Si Pincang dan seekor
anjing untuk menjaga keduanya. Orangtua dari kedua anaknya pergi di kebun. Nah,
saat Si Buta dalam keadaan lapar, ia mau masak nasi. Lalu, dengan perantaraan
seekor anjing minta api kepada Si Pincang. Si Pincang memberikan sebatang api
yang diikat di ekor anjing untuk dibawa ke rumah Si Buta.Saat api sudah
tiba di rumah Si Buta, anjing kembali bermain. Ketika Si Buta hendak menyalakan
api untuk memasak nasi, tiba-tiba muncul seseorang yang tidak diketahui asalnya
bertanya kepada Si Buta, mau masak apa, apakah masak nasi bubur atau nasi
kering. Si Buta menjawab mau masak Nasi bubur. Seketika itu mulai berubah nasi
yang ada di periuk dan perlahan-lahan rumah Si Buta penuh dengan nasi bubur
sampai akhirnya tenggelam. Dan mulai saat ini lokasi di sekitar berubah menjadi
danau.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
berikan komentar yang bersifat positif konstruktif