Minggu, 08 Maret 2015

Danau Sanonggoang


Post by. Dismas Metodius 



images (4).jpg

( By:Dismas Metodius,S.Fil)
Belum banyak wisatawan yang datang mengunjungi tempat ini sehingga kealamiannya masih terjaga dengan baik. Upaya pengembangan danau ini sebagai salah satu destinasi wisata di Manggarai Barat masih terus berlangsung. Perbaikan jalan menuju danau adalah salah satu upaya yang dilakukan sebagai kemudahan bagi akses menuju danau. Berbagai pelatihan yang diperuntukkan bagi masyarakat sebagai pelaku usaha wisata juga gencar digalakkan. Pelatihan tersebut meliputi pelatihan pelayanan wisatawan, pemanduan wisata, memasak masakan lokal, penataan dan pengelolaan home stay, serta pelatihan kesenian dan budaya. 
 

Danau Sano Nggoang berjarak sekira 63 kilometer atau 3 jam perjalanan berkendara dari Kota Labuan Bajo—sebuah kota pelabuhan kecil yang cantik di ujung paling barat Pulau Flores. Pintu masuk ke danau ini berada di Dusun Nunang yang masih asri. Wisatawan yang datang akan disambut dengan ramah, bahkan diadakan upacara adat kapu. Sudah terdapat home stay sederhana di Nunang untuk kebutuhan akomodasi wiasatawan yang letaknya berdekatan dengan danau. Pusat informasi pariwisata, peta wisata, dan guide terlatih juga dapat ditemukan di desa kecil ini.

Menurut informasi tradisi dongeng yang bersumber dari BPK Petrus Jehala (warga Nunang) Konon, diceriterakan secara turun temurun, mengapa ada Sano Nggoang. Dikisahkan, ada dua warga masyarakat di Kampung sekitar itu. Dua warga itu adalah Si Buta dan Si Pincang dan seekor anjing untuk menjaga keduanya. Orangtua dari kedua anaknya pergi di kebun. Nah, saat Si Buta dalam keadaan lapar, ia mau masak nasi. Lalu, dengan perantaraan seekor anjing minta api kepada Si Pincang. Si Pincang memberikan sebatang api yang diikat di ekor anjing untuk dibawa ke rumah Si Buta.Saat api sudah tiba di rumah Si Buta, anjing kembali bermain. Ketika Si Buta hendak menyalakan api untuk memasak nasi, tiba-tiba muncul seseorang yang tidak diketahui asalnya bertanya kepada Si Buta, mau masak apa, apakah masak nasi bubur atau nasi kering. Si Buta menjawab mau masak Nasi bubur. Seketika itu mulai berubah nasi yang ada di periuk dan perlahan-lahan rumah Si Buta penuh dengan nasi bubur sampai akhirnya tenggelam. Dan mulai saat ini lokasi di sekitar berubah menjadi danau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

berikan komentar yang bersifat positif konstruktif