Selasa, 03 Maret 2015

Bercak Kebajikan

Imanuel kant: ketika manusia merenungkan dirinya, ada 4 pertanyaan penting:
1.      Apa yang dapat saya ketahui (metafisika)
2.     Apa yg dpt sya lakukan (etika)
3.     Apa yg dpt sya harapkan (antropologi)
4.     Apa itu manusia (filsafat)
Socrates: kenalilah dirimu sendiri, sebagai pintu masuk untuk mengenali alam, sesama dan Tuhan.
Agustinus (filsuf zaman patristik): manusia ad makluk yg dpt keliru. Dari pengalaman kekeliruan tsbt manusia bsa mngenal dirinya.  Si enim fallor sum, jadi, jika aku keliru maka aku ada.
Descartes: Cogito ergo sum
Horatius: (filsuf romawi kuno): Sapere Aude: berani berpikir sendiri. Tidak tunduk pd kendali penguasa, tetapi berani berpikir sndiri.
Cecilius: Homo homini deus: mc sbg Allah bg sesama
Homo homini socius: mc mrpkan sahabat bg sahabatnya.
Homo ludens: mc mkluk bermain
Homo ecenomicus
Homo faber: pekerja
Homo viator peziarah
Sapiens: pengetahuan
Homo, homini lupus ( Plautus): mc ad serigala bgi sesamanya.
Socrrates: titik tolak mencari kebijaksanaan ad mengenal diri. Hidup yg tdk direnungkan, tidak layak utk dihidupi.

Kekeliruan jngan dijadikan tameng utk membenarkan diri atau melarikan diri dari tggungjwb.

Berbuat salah itu manusiawi, tpi terus berbuat salah itu ad iblis
Siapapun orgnya bisa berbuat salah, ttpi hanya org yg krng waraslah yg terus berbuat salah.

Blaise Pascal: seluruh martabat kita ada dlm kesanggupan berpikit. Maka berpikirlah dg benar. Itulah landasan moralitas.
Rasio bertujuan mencerahkan bukan menggelisahkan, membebaskan bukan membelenggu. Musush utama berpikir sendiri adalah ideologi-ideologi totaliter baik sekuler maupun religius yg mengajarkan ketaatan mutlak tanpa pertimbangan akal budi. Ideologi ini biasanya dibungkus oleh rasa dendam trhdap yg lain. Yg lain dianggap sbg ancaman.

Ketidakdewasaan ad: ketidakmampuan untuk memakai nalar tanpa bimbingan org lain.

Kita mungkin berkata, saya telah melakukan banyak hal atas nama Allah, tetapi dibalik itu semua, sebenarnya merupakan pantulan dari kehendak untk berkuasa atau mendominasi.

Driyakara: Bermainlah dg permainan, ttpi jng main-main. Mainlah dg sungguh sungguh ttpi permainan jng dipersungguh. Kesungguhan permainan terletak dlm ketidaksungguhannya, sehingga permainan yg dipersunggh tidak sungguh lg. Bemainlah untuk bahagia, tetapi jngan mempermainkan kebahagiaan.

Cicero: sahabat yg pasti (sejati) dikenal dalm hal-hal yg tidak pasti.

Seneca: Non scholae, sed vitae discimus: kita belajar bukan untk sekolah melainkan untk hidup.

Leibniz: si deus est, unde mallum? Kalau allah ada, dari mana asala kejahatan? Jwban: muncul dari kehendak bebas mc. Mc disiptakan bebas oleh Allah.

Apa itu kebenaran:
  • Kebenaran moral: kebenaran antara apa yg kita rasakan (yg ada dlm hati) dengan yg kita katakan.
  • Kebenaran Logis: Relasi antara keputusan/mufakat  dengan pelaksanaan/realitas objektif.
  • Kebenaran ontologi: apa yang ada

Semua mc pembohong: Mzm 115:11 dan Roma 3:4

Inermis est veritatis, arma veritatis veritatis. Kebenaran tdk memiliki senjata, senjata kebenaran ad kebenaran sendiri. Kalau ya, katakan ya dan kalau tidak katakan tidak. Yg lainnya berasal dari sijahat/setan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

berikan komentar yang bersifat positif konstruktif