Imanuel kant: ketika
manusia merenungkan dirinya, ada 4 pertanyaan penting:
1.
Apa yang
dapat saya ketahui (metafisika)
2.
Apa yg dpt
sya lakukan (etika)
3.
Apa yg dpt
sya harapkan (antropologi)
4.
Apa itu
manusia (filsafat)
Socrates:
kenalilah dirimu sendiri, sebagai pintu masuk untuk mengenali alam, sesama dan
Tuhan.
Agustinus
(filsuf zaman patristik): manusia ad makluk yg dpt keliru. Dari pengalaman
kekeliruan tsbt manusia bsa mngenal dirinya.
Si enim fallor sum, jadi, jika aku keliru maka aku ada.
Descartes:
Cogito ergo sum
Horatius:
(filsuf romawi kuno): Sapere Aude: berani berpikir sendiri. Tidak tunduk pd
kendali penguasa, tetapi berani berpikir sndiri.
Cecilius: Homo
homini deus: mc sbg Allah bg sesama
Homo
homini socius: mc mrpkan sahabat bg sahabatnya.
Homo ludens:
mc mkluk bermain
Homo
ecenomicus
Homo
faber: pekerja
Homo
viator peziarah
Sapiens:
pengetahuan
Homo,
homini lupus ( Plautus): mc ad serigala bgi sesamanya.
Socrrates:
titik tolak mencari kebijaksanaan ad mengenal diri. Hidup yg tdk direnungkan,
tidak layak utk dihidupi.
Kekeliruan
jngan dijadikan tameng utk membenarkan diri atau melarikan diri dari tggungjwb.
Berbuat
salah itu manusiawi, tpi terus berbuat salah itu ad iblis
Siapapun
orgnya bisa berbuat salah, ttpi hanya org yg krng waraslah yg terus berbuat
salah.
Blaise
Pascal: seluruh martabat kita ada dlm kesanggupan berpikit. Maka berpikirlah dg
benar. Itulah landasan moralitas.
Rasio
bertujuan mencerahkan bukan menggelisahkan, membebaskan bukan membelenggu.
Musush utama berpikir sendiri adalah ideologi-ideologi totaliter baik sekuler
maupun religius yg mengajarkan ketaatan mutlak tanpa pertimbangan akal budi.
Ideologi ini biasanya dibungkus oleh rasa dendam trhdap yg lain. Yg lain
dianggap sbg ancaman.
Ketidakdewasaan
ad: ketidakmampuan untuk memakai nalar tanpa bimbingan org lain.
Kita
mungkin berkata, saya telah melakukan banyak hal atas nama Allah, tetapi
dibalik itu semua, sebenarnya merupakan pantulan dari kehendak untk berkuasa
atau mendominasi.
Driyakara:
Bermainlah dg permainan, ttpi jng main-main. Mainlah dg sungguh sungguh ttpi
permainan jng dipersungguh. Kesungguhan permainan terletak dlm
ketidaksungguhannya, sehingga permainan yg dipersunggh tidak sungguh lg.
Bemainlah untuk bahagia, tetapi jngan mempermainkan kebahagiaan.
Cicero:
sahabat yg pasti (sejati) dikenal dalm hal-hal yg tidak pasti.
Seneca: Non
scholae, sed vitae discimus: kita belajar bukan untk sekolah melainkan untk
hidup.
Leibniz:
si deus est, unde mallum? Kalau allah ada, dari mana asala kejahatan? Jwban:
muncul dari kehendak bebas mc. Mc disiptakan bebas oleh Allah.
Apa itu
kebenaran:
- Kebenaran moral: kebenaran antara apa yg kita
rasakan (yg ada dlm hati) dengan yg kita katakan.
- Kebenaran Logis: Relasi antara keputusan/mufakat dengan pelaksanaan/realitas objektif.
- Kebenaran ontologi: apa yang ada
Semua mc
pembohong: Mzm 115:11 dan Roma 3:4
Inermis
est veritatis, arma veritatis veritatis. Kebenaran tdk memiliki senjata,
senjata kebenaran ad kebenaran sendiri. Kalau ya, katakan ya dan kalau tidak
katakan tidak. Yg lainnya berasal dari sijahat/setan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
berikan komentar yang bersifat positif konstruktif