Bimbingan Kepemudaan (by: Metodius Dismas, S.Fil)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Berbicara tentang generasi penerus bangsa, pikiran kita langsung
tertuju kepada kaum muda. Mobilisasi dan asa pembangunan lokal dan nasional
yang mewajibkan kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas tentu akan
berkesinambungan kalau kaum muda disiapkan secara intensif. Perhatian yang
bernilai edukatif terhadap perkembangan kaum muda mesti digalakkan secara
serius baik dari segi intelektual maupun kepribadian.
Ironisnya, kaum muda sebagai generasi penerus bangsa, seringkali
dihadapkan pada kompleksitas persoalan yang menghancurkan kualitas kepribadian
kaum muda. Salah satu dari sekian kompleksitas persoalan yang dihadapi kaum
muda adalah penyalahgunaan obat-obat terlarang atau disingkat narkoba. Konsumsi
narkoba yang kian menyebar dipastikan bisa menghancurkan jati diri kaum muda.
Hampir setiap hari baik media massa
maupun media elektronik diwarnai aneka pemberitaan tentang Bandar narkoba dan
kuantitas kalangan muda yang terjerumus dalam penggunaan narkoba. Realitas
demikian sungguh mencemaskan sekaligus menggelisahkan, apalagi dikaitkan dengan
peran substansial kaum muda sebagai generasi penerus bangsa.
Jika ditilik dari sudut psikologi perkembangan, usia kaum muda
selalu diasumsikan sebagai usia yang memiliki minat ingin tahu dan ingin coba
terhadap hal-hal baru. Karena itu tak dapat disangkal bahwa kaum muda rawan
terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Untuk mengatasi hal tersebut,
dibutuhkan kerja sama berbagai elemen masyarakat untuk bahu membahu, mencari
solusi dan menemukan upaya preventif yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan
kaum muda dari narkoba.
Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis merasa berkewajiban untuk
peduli terhadap kaum muda. Kepedulian tersebut ditunujukan penulis dengan
membuat kegiatan bimbingan kepemudaan bertajuk, Sosialisasi narkoba sebagai
salah satu uapaya preventif bagi kaum muda. Penulis yakin bahwa dengan memiliki
pengetahuan tentang narkoba, kaum muda bisa membentengi diri untuk tidak terjerumus
dalam penyalahgunaan narkoba. Laporan terhadap kegiatan bimbingan kepemudaan
tersebut dikemas dalam tulisan ini, dengan harapan kaum muda bisa mengolah diri
untuk tidak terjerumus dalam narkoba.
1.2.
Tujuan Penyelenggaraan Kegiatan Kepemudaan
Tujuan penyelenggaraan kegiatan kepemudaan ini
adalah memberikan sosialisai narkoba kepada kaaum muda. Dengan adanya pengetahuan dasar tentang narkoba, kaum muda bisa mencegah diri
dari penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi bertujuan memberikan informasi mendasar
tentang narkoba sebagai upaya preventif penyalahgunaan narkoba di kalangan kaum
muda.
1.3.
Hasil Kegiatan Secara Umum
Secara umum, semua peserta kegiatan sosialisai
narkoba berpartisipasi aktif dalam setiap
pertemuan. Partisipasi aktif ini
ditunujukkan ketika kegiatan bimbingan atau sosialisasi dilaksanakan, para
pemuda selalu
hadir dan aktif
menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan narkoba. Anggota
kegiatan sosialisasi narkoba tampaknya sangat antusias dan memiliki animo yang
tinggi untuk mendalami pengetahuan tentang narkoba.
Dalam kegiatan sosialisasi terakhir, anggota bimbingan diberikan
kesempatan untuk membuat refleksi terhadap materi dan pengetahuan yang telah
diperoleh sekaligus refleksi diri untuk masa depan. Hasilnya, secara umum
menunjukkan bahwa hamper semua anggota kaum muda yang iktu kegiatan bisa
memahami apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, dampak negatif narkoba. Dari pemaham
tersebut, anggota bimbingan berjanji untuk tidak terjerumus dalam
penyalahgunaan narkoba dan berjanji untuk membagikan pengetahuan yang
diperoleh, kepada teman-teman muda lainnya. Dengan beberapa indikator tersebut
disimpulkan bahwa hasil kegiatan secara umum menunjukan nilai positif
konstruktif.
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM
2.1. Tempat Dan
Waktu Pelaksanaan
2.1.1. Tempat
pelaksanaan kegiatan
Pelaksanaan kegiatan bimbingan kepemudaan bertajuk sosialisasi
narkoba bagi kaum muda, dilaksanakan di rumah Bapak .........., Kelurahan ........., Kecamatan ..........., Kabupaten
Sikka
2.1.2. Waktu Pelaksanaan :
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan setiap hari sabtu dari bulan September samapai Oktober 2012, dengan rincian :
Sabtu, 15 Spetember 2012, Sabtu, 22 Spetember 2012, Sabtu, 29 Spetember
2012, Sabtu, 06 Oktober 2012. Tiap kegiatan dimulai pada pukul
17.00 – 19.30.
2.1.3. Materi
Kegiatan
Kegiatan sosialisasi penyalahgunaan narkoba bagi kaum muda ini
dibagi dalam empat materi sosialisasi berdasarkan empat hari pelaksanaan
kegiatan, yakni :
1.
Pertemuan I :
·
Materi tentang :
Pengertian
Narkoba dan jenis-jenis narkoba.
·
Pembawa Materi : Yohanes B. Tana Boleng, SE
·
Pembagian waktu :
*
17.00 – 18.30 : Penyajian
materi
*
18.30 – 19.30 : diskusi
partisipatif.
·
Tujuan khusus :
Agar anggota
kegiatan dapat memahami apa itu narkoba dan jenis-jenis narkoba. Hal ini
penting mengingat masih banyak kaum mauda yang belum memahami narkoba dan
jenis-jenisnya.
·
Susunan materi :
Pengantar pembuka, pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba yang
meliputi heroin, ganja, morfin, dan kokain, penutup, dilanjutkan session
pertanyaan dan diskusi partisipasif.
2.
Pertemuan II :
·
Materi tentang : Penyebaaran narkoba
·
Pemateri : Yohanes B. Tana Boleng, SE
·
Pembagian waktu :
*
17.00 – 18.30 : Penyajian
materi
*
18.30 – 19.30 : diskusi
partisipatif.
·
Tujuan khusus
:
Agar anggota
bisa memahami bagaimana penyebaran narkoba.
·
Susunan Materi :
*
Pengantar,
*
Penjelasan tentang tempat-tempat penyebaran narkoba seperti di
kampus, sekolah, diskotik dan tempat lokalisasi.
*
Dilanjutkan dengan kesimpulan
materi serta kesempatan untuk bertanya dan diskusi partisipasif.
3.
Pertemuan III :
·
Materi tentang : Efek/pengaruh/akibat konsumsi narkoba.
·
Pemateri :
Yohanes B. Tana Boleng, SE
·
Pembagian waktu :
*
17.00 – 18.30 : Penyajian
materi
*
18.30 – 19.30 : diskusi
partisipatif.
·
Tujuan Khusus :
Agar anggota kegiatan bisa
mengetahui akibat yang disebabkan oleh narkoba.
·
Susunan Materi :
a.
Pengantar
b.
Penyajian materi tentang akibat
narkoba, akibat yang disebabkan oleh narkoba antara lain munculnya keadaan
halusinogen (orang yang mengkonsumsi narkoba mengalami halusinasi yakni melihat
sesuatu yang sebenarnya tidak ada). Akibat lain adalah depresan dan adiktif.
Depresan berarti menekan system syaraf pusat dan mengurangi aktifitas
fungsional tubuh. Sedangkan adiktif berarti menyebabkan kecanduan jika overdosis
akan mengalami kematian karena rusaknya saraf.
c.
Pertanyaan dan diskusi
paartisipatif.
4.
Pertemuan IV :
·
Materi pokok: Refleksi atas
materi yang diperoleh sekaligus refleksi diri kaum
muda sebagaai niat pribadi.
·
Pemateri : Yohanes B. Tana Boleng, SE
·
Pembagian waktu :
*
17.00 – 18.00 : Anggota menulis refleksi
*
18.00 – 19.00 : Sharing tiap peserta berdasarkan hasil refleksi
sekaligus usul saran.
*
19.00 – 19.30 : Acara penutup dan makan bersama.
·
Tujuan Khusus :
Untuk mengetahui daya serap pengetahuan
tentang narkoba yang diperoleh anggota selama kegiatan berlangsung, sekaligus
mengetahui niat dan keinginan anggota.
·
Susunan Kegiatan :
a.
Kata pembukaan
b.
Menulis refleksi materi/
kegiatan dan niat. Umumnya anggota memahami materi yang telah diberikan. Hal
ini dilihat dari hasil sharing dan juga niat dalam bentuk janji kepada diri
untuk tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba. Selain itu ada pula niat untuk
membagikan pengetahuan yang mereka peroleh selama kegiatan sosialisasi, kepada
teman kalangan muda lainnya.
c.
Makan bersama
BAB III
TEMUAN DAN HASIL
3.1. Temuan
/ Evaluasi Proses
Temuan/
evaluasi selama proses kegiatan berlangsung akan dilihat dalam tabel berikut :
|
N0
|
NAMA
|
TANDA TANGAN
|
KETERANGAN
|
||
|
PERTEM.
I - IV
|
TEPAT WAKTU
|
TERLAMBAT
|
|||
|
1
|
Antonius Jaru
|
|
Hadir
|
I, II, IV
|
III (15 menit)
|
|
2
|
Elisabeth
Paulina
|
|
Hadir
|
I, II, III, IV
|
-
|
|
3
|
Magdalena Salome
|
|
Hadir
|
I, II, III, IV
|
-
|
|
4
|
Maria Agustina
|
|
Hadir
|
I, II, IV
|
III (15 menit)
|
|
5
|
Agustinus Joni
|
|
Hadir
|
I, II, III, IV
|
-
|
|
6
|
Theodorus Simon
|
|
Hadir
|
I, III, IV
|
III (20 menit)
|
|
7
|
Nikolaus Tonce
|
|
Hadir
|
I, IV
|
II, III (5 mnt)
|
Dari table evaluasi selama proses kegiatan menunjukkan bahwa semua
anggota hadir pada kegiatan pertama sampai keempat. Hanya ada beberapa peserta
yang datang terlambat, diantaranya, terlambat satu kali yakni pada pertemuan
III selama 15 menit yaitu Antonius Jaru dan Maria Agustina. Sedangkan peserta
yang datang terlambat pada pertemuan II selama 20 menit adalah Theodoros Simon.
Ada pula peserta yang terlambat dalam 2 kali pertemuan pada pertemuan II dan
III selam 5 menit, yakni : Nikolaus Tonce.
3.2. Temuan
/ Evaluasi Hasil Kegiatan
Temuan
/ Evaluasi Hasil Kegiatan akan diuraikan dalam table berikut :
|
No
|
N a m a
|
Aspek Penilaian
|
Ket.
|
|||
|
Kehadiran
|
Keaktifan
|
Keseriusan
|
Hasil
Akhir
|
|||
|
1
|
Antonius Jaru
|
80
|
85
|
85
|
B
|
|
|
2
|
Elisabeth
Paulina
|
90
|
90
|
90
|
A
|
|
|
3
|
Magdalena Salome
|
80
|
82
|
85
|
B
|
|
|
4
|
Maria Agustina
|
82
|
85
|
80
|
B
|
|
|
5
|
Agustinus Joni
|
90
|
92
|
95
|
A
|
|
|
6
|
Theodorus Simon
|
75
|
70
|
75
|
C
|
|
|
7
|
Nikolaus Tonce
|
90
|
95
|
90
|
A
|
|
Keterangan:
*
Kategori Evaluasi : A : Baik
Sekali : 90 – 100
B
: Baik : 80 – 89
C
: Cukup : 70 – 79
D
: Kurang : 60 – 69
*
Hasil Evaluasi :
3
orang peserta memperoleh nilai predikat A (Baik Sekali)
3
orang peserta memperoleh nilai predikat B (Baik)
1
orang peserta memperoleh nilai predikat C (Cukup)
3.3. Pembahasan
Berdasarkan tabel temuan/evaluasi kegiatan menunjukan bahwa dari sepuluh orang peserta
terdapat 3 orang yang memperoleh predikat Baik Sekali (A) yakni Elisabeth
Paulina, Agustinus Joni, dan Nikolaus Tonce. Tiga orang peserta memperoleh
predikat Baik (B) yakni, Antonius Jaru, Magdalena Salome, Maria Agustina. Sedangkan satu-satunya peserta yang
memperoleh predikat Cukup (C) adalah Nikolaus Tonce. Adapun aspek penilaian
dilihat dari pemerataan antara tiga aspek yakni kehadiran, keaktifan, dan
keseriusan.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi kegiatan
menunjukkan bahwa secara umum, anggota kegiatan sosialisasi narkoba mengikuti
secara serius dan aktif dalam mengikuti kegiatan. Predikat rata-rata terhadap
temuan / hasil evaluasi kegiatan adalah “Baik”. Dalam hubungan dengan aspek
keaktifan, lebih khusus dalam hal “berbicara” atau “diam” dapat dijelaskan
melalui table gambaran keaktifan.
Gambaran
keaktifan peserta dapat dilihat pada table :
|
No
|
N a m a
|
Partisipasi (I – IV)
|
|
|
Berbicara/Aktif
|
Diam/Pasif
|
||
|
1
|
Antonius Jaru
|
85
|
-
|
|
2
|
Elisabeth
Paulina
|
90
|
-
|
|
3
|
Magdalena Salome
|
-
|
82
|
|
4
|
Maria Agustina
|
85
|
-
|
|
5
|
Agustinus Joni
|
92
|
-
|
|
6
|
Theodorus Simon
|
-
|
70
|
|
7
|
Nikolaus Tonce
|
95
|
-
|
Kategori keaktifan berbicara / diam :
85
– 100 : Berbicara / aktif
70
– 84 : Diam
/ pasif
Berdasarkan table keaktifan berbicara tersebut di atas
menunjukkan bahwa 5 orang peserta selalu aktif / berbicara pada pertemua I –
pertemuan IV. Kelima orang tersebut adalah Antonius Jaru, Elisabeth Paulina, Maria
Agustina, Agustinus Joni, Nikolaus Tonce. Sedangkan 2 orang peserta yakni Magdalena
Salome, Theodorus Simon. Kurang aktif pada pertemuan I – III. Dalam pertemuan
IV semua aktif berbicara karena diberikan kesempatan setiap peserta.
BAB IV
KESIMPULAN, SARAN DAN TINDAK LANJUT
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan evaluasi proses dan hasil evaluasi hasil
kegiatan sosialisasi narkoba sebagai uapaya preventif agar kaum muda tidak
terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dapat disimpulkan bahwa semua anggota
kegiatan umumnya memiliki minat dan antusiasme yang cukup tinggi. Antusiasme
ini ditunjukan lewat kehadiran, keaktifan dan keseriusan anggota dalam
mengikuti kegiatan sosialisasi. Indikatornya dapat kita lihat dimana hasil evaluasi
kegiatan menunjukkan hasil yang baik.
Tingginya animo peserta kegiatan sosialisasi
penyalahgunaan narkoba juga ditandai dengan adanya niat dan keinginan anggota
yang disampaikan dalam pertemuan IV yakni refleksi. Umumnya tiap peserta
menyampaikan janji untuk tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Peserta
juga berjanji untuk menyampaikan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan,
kepada teman kalangan muda lainnya. Singkatnya dapat disimpulkan bahwa kegiatan
sosialisasi ini berjalan dengan baik dan memperoleh hasil yang baik.
4.2. Saran
Ada beberapa saran yang hendak disampaikan penulis, antara lain :
·
Hendaknya kegiatan sosialisasi
narkoba seperti ini perlu ditingkatkan dengan menghadirkan kaum muda dalam
jumlah yang lebih banyak.
·
Agar pengetahuan tentang
narkoba yang diperoleh dalam kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi anggota untuk
membentengi diri dari penggunaan narkoba.
·
Agar pengetahuan yang diperoleh
dalam kegiatan ini bisa dibagi kepada kamu muda lainnya.
·
Pemerintah hendaknya memfasilitasi
kegiatan-kegiatan seperti ini agar kaum muda tidak ditelantarkan.
4.3. Tindak
Lanjut
Setelah kegiatan dengan kuantitas kecil ini, sangat diharapkan agar
dalam periode ke depan, pemerintah bisa menindaklanjuti kegiatan sosialisasi
narkoba dengan menghadirkan kalangan muda dengan kuatitas besar dan pembawa
materi yang berkompeten dalam bidang narkoba. Tindak lanjut dari kegiatan ini
juga mesti difasilitasi oleh pemerintah kelurahan dengan mengajukan proposal kepada
pemerintah kabupaten agar memperoleh sumbangan biaya bagi kelancaran kegiatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
berikan komentar yang bersifat positif konstruktif